Senin, 06 November 2017

Komunikasi Produktif [Hari 5] : Toilet Training Bilal


Bilal sedang toilet training. Hari ini sudah jalan seminggu. Beberapa hari yang lalu dari 10 kali mengepel menjadi 3 kali sehari. Tapi kemarin mulai lagi deh..lebih banyak bocornya,meski tidak sebanyak hari-hari awal. Memang harus konsisten yaa..

Hari Senin karena akan ke Kediri mengikuti talkshow belajar ngebolg, Bilal jadinya pakai popok lagi seharian. Mungkin karena saya memakaikan dia terbiasa lagi seperti ritme pakai popok. Sempat sih..kata panda, disana dia minta pipis-pipis..tapi sudah terlanjur pipis di popoknya kemudian minta diganti.

PRku sekarang adalah bagaimana ya caranya agar Bilal mengerti kata "Mau pipis" atau "tahan dulu sebentar"?
Biasanya saya bilang ke dia dengan beberapa kalimat seperti:
"Bilal, kalo mau pipis, pipis di kamar mandi ya.."
"Bilal kalo mau pipis,bulang bunda ya.."
"Bilal, kalo mau pipis ditahan dulu sebentar, nanti bunda antar ke kamar mandi"
"Bilal,pipisnya jangan di celana..pipis di kamar mandi kayak bunda-panda ya"

Apakah kalimatku itu sudah termasuk dalam kaidah "keep information short and simple"? Ataukah ini dari bukan dari kalimatnya yang kurang tepat, tapi memang masih belajar mengontrol keinginan untuk BAK dan BAB?

Di umurnya yang sudah 2,5 tahun saya pikir kesiapan fisiknya sudah cukup. Tanda-tanda siap secara emosional juga sudah terlihat. Bilal senang mengikuti aktifitas kita di kamar mandi. Kebetulan memang sudah lama saya siapkan pispot untuk toilet training ini, cuma sampe sekarang cuma dimaini, berpura-pura pipis disitu 😅.

Saya awalnya juga percaya diri untuk memulai toilet training ini karena merasa ngomongnya sudah fasih, bisa mengutarakan keinginannya dengan jelas. Namun entah kenapa untuk masalah BAB/BAK tidak begitu.
Kalo mau BAB  pasti sudah kelihatan dari raut mukanya, hehe..tapi kalo pipis masih sulit saya deteksi. 

Bilal juga sedang masa-masanya bilang "tidak". Jika diajak melakukan apa sesuatu spontan bilang tidak mau, kadang terlihat serius kadang asal sebut saja. 
"Bilal pup ya? Cebok yuk..?
"Tidak..tidak mau"
"Bilal pake baju yuk.."
"Tidak mau yuk.."

Insya Allah.. toilet training nya akan tetap kami lanjut. Oya, saya pernah mencoba toilet training ketika dia berumur 18bulan, tapi gagal karena kurang bersabar dan memang kita masih sering bepergian, saya belum sanggup rempong di tempat lain selain di rumah sendiri 😅.
Kalau sekarang, setiap Bilal bocor di celana, saya berusaha mengatur kalimat agar tidak menyalahkan dan menganggap dia masih sedang belajar.
Mengajaknya ke kamar mandi itu yang agak sulit, padahal kalo sudah duduk di toilet, dia terlihat bersemangat juga..Kalau berhasil BAB/BAK di toilet juga selalu saya beri pujian agar semangat belajar. Yaa..hari ini mungkin bisa berhasil mengikuti semua proses toilet trainingnya, namun bisa saja besok berbeda lagi. Memang harus bersabar dan konsisten. Dengan latihan komunikasi produktif tiap hari harapanku semoga lancar dan segera bisa deh..lumayan budget pospaknya bisa dialihkan ke kebutuhan lain. Doakan ya teman-teman..

#Hari5
#Gamelevel1
#Tantangan10hari
#Komunikasiproduktif

#Kuliahbunsayip
Share:
Continue Reading →

Minggu, 05 November 2017

Komunikasi Produktif [Hari 4]: Bilal dan Agresi


Entah kenapa hari Minggu tadi ngantuk banget pulang dari acara taklshow belajar ngeblog rumbel menulis IIP Kediri. Sampe rumah emang sore sih..karena singgah berteduh dulu di masjid Kediri. Pulangnya langsung tidur bertiga 😀.

Abis Magrib curhat sama panda soal laptop yang tiba-tiba nda bisa nyala. Browsing di google ketemu artikel yang mungkin bisa membantu.
Bilal kayaknya nyari perhatian lagi. Mulai dari mainannya dipukul,pukul..katanya biar suaranya besar, sampe mengancam mau melempar.

Bunda: "Bilal mau main sama bunda ya?"
Bilal: "Bilal mau lempar aja deh.."
Bunda: "Kenapa? Sini main tulis-tulis aja yuk"
Bilal: "Aku mau lempar mainan aja"
Bunda: "Kalo mainannya Bilal lempar, bisa rusak..nanti nda bisa main lagi"
Bilal: "Aku marraah..mau lempar aja"
(Terus mengancam, seperti memancing reaksi saya akan bagaimana)
Saya menjaga kontak mata. Berusaha berbicara tegas namun nada rendah.
Bunda: "Bilal, bunda nda suka kalo Bilal melempar."
Mulai diam..
Bunda: "Melempar bisa bikin mainan Bilal rusak. Kena orang juga sakit. Bunda nda suka Bila melempar"
Terus..saya ke tinggal ke kamar mandi, mau berwudhu..ingat belum sholat isya
Bilal datang menghampiri
"Bunda.. kita bersahabat"
Saya diamin. Ambil mukenah dan memasangnya, kemudian duduk.
Bilal nangis. Kupeluk Bilal, kutanyakan apa dia mengerti kenapa bunda marah? Supaya jelas bahwa bukan Bilalnya yang tidak saya sukai..tapi sikapnya yg ang seperti itu.
"Bilal tau kenapa bunda marah?"
(Masih nangis,nda menjawab"
"Bunda marah karena bilal me.."
(Masih nda menjawab)
"Bunda tidak suka kalo Bilal melemp.."
"par.." sambungnya
"Iyaa..bunda tidak suka Bilal melempar. Bunda sayang bilal, tapi tidak suka bilal melempar"
"bunda teman bilal..",sahut Bilal sesegukan
"Iya,bunda teman Bilal. Kalo melempar,bunda nda temani"
 "Minta maaf bunda,aku nda sengaja"
"Kalo Bilal melempar itu sengaja namanya.."
"Bilal mau janji nda melempar lagi?"
"Janji.." alhamdulillah.. 😊
"Bunda maafin bilal" (sambil meluk, panda datang ikut ciumin Bilal sambil bilang kami sayang dan mau Bilal jadi anak baik"
Kuajak Bilal "Ayok sholat sama-sama" yang disambut dengan senyum.

Yang kami pelajari dari latihan hari ini:

  • menggunakan "pesan saya" untuk memberikan alasan. Bunda (tidak suka) + jika kamu + (sikap) + karena (alasan)
  • Clear and clarify
  • Jelas memberikan kritik (membedakan perilaku anak yang tidak disenangi dengan pribadi anak)
  • Memberi kesempatan anak untuk berpikir dan memutuskan

Saya sepertinya masih salah di awal komunikasi, kurang memberikan empati ketika Bilal mau main, dan kami sibuk memperhatikan laptop.

Masih bingung,apa komunikasi ku tadi itu sudah produktif ya..terutama di kaidah "katakan yang kita inginkan,bukan yang tidak kita inginkan". Tapi tadi alhamdulillah disambung panda, bahwa kita mau Bilal jadi anak baik. insya Allah kami masih terus belajar

#hari4
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayip


Share:
Continue Reading →

Sabtu, 04 November 2017

Komunikasi Produktif [Hari 3]: Hindari Meremehkan, Tawarkan Solusi

Kami lagi bikin lubang biopori td siang. Tapi ternyata agak "menantang" yaa..menggali tanahnya kalo nda punya alatnya. Bilal sibuk minta sandal, "nggupuhi" (istilahnya ya dalam bahasa jawa? Nggupuhi lagi 😂) mau ikut membantu juga.

Panda lagi gali-gali tanah, kena kaki Bilal.
Bilal: "Iyuuuh..kotor..huaaa"
Nangis deh..salah kami ini..dulu waktu bayi, Bilal lagi masa mouthing, mau makan sembarangan yg di lantai,kita bilang "iyuuuh..kotor"
Loh..bisa kebawa sampe sekarang ya? Padahal nda pernah lagi kita ngomong kayak gitu. 😥
"Kenapa? Gapapa kena tanah", kata panda..
Kuajak Bilal ke kamar mandi cuci kaki. Bilal masih nangis. Segitu sedihnya yaa..kena kotor? 😊 tapi emang banyak sih tanah nempel di kakinya.

Ekhmm..kesempatan buat latihan komprod nih..hehe
"Bilal, sedih ya kakinya kotor? Waah..Bilal suka kebersihan 😊. Kalo kakinya kotor nda perlu nangis..ini,bisa dicuci" (sambil guyur air)
"Pake sabun yaa (sambil sabunin)
"Sudah bersih kan?" 
"Iyaa..",jawabnya
"Berarti nda papa kan..kalo kotor bisa dicuci, nda perlu nangis, ya"
"Iyaa.." 😚

Sudah termasuk komprod belum sih? Semoga pesannya nyampe yaa 😅

Yang kami pelajari hari ini:
  • Belajar menerima perasaan anak. Nda meremehkan perasaannya (jijik,takut,dsb)
  • Memberi solusi,bahwa tidak perlu menangis.. Kalo kotor bisa dicuci
Eh..tadi sempat ngobrol sama panda juga, bahas komunikasi produktif. Sambil ngobrol sambil praktek,hehe..
Ternyata menerima perasaan anak itu penting banget sebelum menasehati. Anak merasa nyaman dan dihargai.
Menasehati juga ada caranya. Bisa diganti dengan menceritakan pengalaman. Tapi belum kami praktekkan. Masih suka keceplosan ngomong "Makanya.." terus disambung kalimat menyalahkan 😥. latihan..latihan..latihan.

Panda..makasih ya mau ikut latihan sama-sama 😘..nada bicara dan cara ngomong kita jadi unyu ya? Hihihi

#hari3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayip
Share:
Continue Reading →

Jumat, 03 November 2017

Komunikasi Produktif [Hari 2:] : Agar Anak Memenuhi Kesepakatan

Hari ini kami ke arena bermain yang ada di salah satu supermarket di Pare. Hari sebelumnya memang sudah janji mau ajak Bilal kesana. Sampai disana, masih ngos-ngosan (karena saya ngayuh sepeda,bukan naik sepeda motor,wkwk) kuajak untuk menepi,duduk dulu di tempat duduk yang sudah disediakan.
Bunda: "Bilal..duduk sini dulu yuk"
Bilal: "Bilal mau main"
Bunda: "Iya, Bilal nda sabar ya mau main? Bilal mainnya 1 jam ya. Kalo bunda ajak pulang, mau yaa..tidak pakai nangis"
Bilal: "Iyaa.."
Kuulangi bertanya sambil menatap tegas ke matanya "Kalo bunda ajak pulang nanti, Bilal harus..". 
"Pulang", katanya.Sip . Semoga mengerti.
Dan berlarilah dia ke arena perosotan, main bola, naik kuda-kudaan, sementara saya masih membayar tiket masuknya. 😊

Meski sudah dibriefing di rumah sebelum kita berangkat, tetap kuulangi lagi kesepakatan kita. Main sejam itu lama yaa..tapi kayaknya kalo lagi asyik bermain, tetap rasanya kurang bagi anak. Jadi harus jelas kapan waktunya pulang.

Sementara Bilal bermain,saya duduk menunggu di luar arena. Main internet (yey..kesempatan, hihihi..) sambil mata terus mencari-cari sekarang Bilal main di bagian mana? Eh..Bilal datang minta minum. Kuajak duduk di samping ku sambil minum.
Kulihat jam,sudah hampir sejam."Bilal, sudah hampir sejam. Nanti kalo bunda panggil,berarti kita mau pulang yaa.."
"Belum,belum..Bilal mau main", protesnya
"Iya..nanti kalo sudah sejam baru bunda panggil"
Kemudian saya ditarik, diajak ikut main. Hpku minta disimpan, hehe..

Ketika mau pulang,tiba-tiba hujan deras. Saya ajak Bilal untuk beli susu saja di bawah,di supermarket nya. 
"Bilal boleh beli susu boboy?", pinta Bilal
"Boleh..beli susu saja, tidak beli mainan yaa.."

Kami masuk ke supermarket. Kubiarkan memilih susu yang dia mau, mendorong trolleynya, sampai mengantri di kasir,hihihi..sibuk sekali Bilal.

Selesai saya membayar, hujan tidak juga reda. Sementara tempat duduk yang nyaman cuma ada di atas, di dekat arena bermain ini. Duuh.."ini,nanti minta main lagi"pikir ku 😅.
Karena masih hujan,kubiarkan dia bermain,tapi kutemani. Tidak ku lepas lagi seperti tadi. Kupastikan kalau kita hanya boleh main sampe hujannya berhenti.

Alhamdulillah.. Tidak lama,hujan berhenti. Bilal sedang naik kuda-kudaan waktu itu, ada ibu-ibu yang anaknya takut naik kuda-kudaan padahal koinnya sudah dimasukkan..jadi Bilal diangkat,gantikan naik ke kudanya,hehe..
"Bilal lagi main ya? 5 menit lagi..bunda tunggu yaa"

Kemudian kuda-kudaannya berhenti. Kuingatkan lagi untuk pulang. Mukanya masih mau mau main sepertinya. Saya peluk "Bilal, makasih ya sudah mau pulang. Mainnya sudah cukup. Kita pulang yaa."
"Dadah mainan,kapan-kapan main lagi yaa",katanya
"Eh, sepatu Bilal mana ya..ayo kita cari", ajakku
Setelah memakai sepatu,kita pulang. Gowes sepeda lagi 😄

Yang menarik dari komunikasi kami hari ini:

  • Saya belajar kaidah clear & clarify ketika membuat kesepakatan dengan Bilal
  • Bilal belajar mengendalikan emosinya,meski masih mau main,Bilal belajar menepati janji,sesuai kesepakatan.
  • Saya belajar menerima dan mengerti perasaan anak
  • Bilal belajar menerima, memilih dan memutuskan tanpa paksaan sehingga kita bisa pulang tanpa ada drama nangis-nangis
Pernah looh..Bilal pernah nangis nda mau pulang, lamaa sekali. Sampai mengancam mau tiduran di lantai,hehe..dilihatin orang-orang, sementara Panda dan bundanya cuek saja.
Eh,padahal dengan komunikasi produktif bisa dicegah yaa..
Semangat,belajar Sama-sama 😘 ya Bilal. Terima kasih selalu jadi anak yang baik

#Hari2
#Gamelevel1
#Tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#Kuliahbunsayip


Share:
Continue Reading →

Kamis, 02 November 2017

[Hari 1] : I'm Responsible For My Communication Result


Membaca materi Komunikasi Produktif kelas bunsay, saya lebih banyak memikirkan komunikasi dengan pasangan yg rasanya memang tidak produktif dan perlu diubah. Bagaimana pun kita ini satu tim dalam rumah tangga.

Saya memang masih sering menyalahkan, menyindir, dan lebih mengedepankan emosi daripada nalar. Sebenarnya capek juga yaa..membahas hal yang itu-itu saja, tapi nyatanya tidak ada yang berubah.
Saya sangat tidak suka kalo panda pulang kerja terlalu larut. Karena selesai program itu ketika memasuki waktu magrib. Ya..harusnya setelah sholat berjamaah di masjid, sudah pulang. Dan isya nya nanti bisa ke masjid lagi.Tapi..lebih sering panda pulang jam 9,10, bahkan tengah malam.

Sudah sering kuungkapkan ketidaksukaan saya itu. Tapi mungkin memang caranya yang masih salah. Saya ingat ketika Bilal bayi, pernah berhari-hari Bilal kalo malam pasti nangis meronta-ronta tidak terkendali,dan saya bingung penyebabnya apa,kolik kah?. Saya harus menggendongnya semalaman,sendirian. Bilal menangis, saya tentu juga 😭.
Setelah menceritakan itu, panda berjanji untuk tidak mengulangi. Benar..tidak diulangi untuk beberapa waktu. Kemudian beberapa bulan diulangi lagi. Saya ingatkan lagi,meminta maaf lagi.

Akhir-akhir ini saya lihat panda pulangnya setiap hari sekitar jam 9 malam. Jadi setiap hari juga saya menunggu di jam itu. Berharap bisa mengobrol, bercerita tentang ada apa dengan saya hari ini, ada apa dengan panda, perkembangan Bilal, dan demi jatah buang kata kita para wanita.

Saya selalu senang ketika panda mau meluangkan waktu. Bilal juga suka sekali duduk dipangkuan panda, bercerita atau membaca buku bersama. Meskipun jam 9 malam itu juga masih terlalu larut bagiku, karena saya berharap di jam segitu Bilal sudah tidur,bukan bermain.

Kemarin, panda pulang habis magrib. Saya tersenyum senang. Memang ada yang ingin kucurahkan hari itu..seharian saya sensitif,mungkin karena lagi mens juga..tapi alhamdulillah Bilal nda 'kena' Efeknya 😀

Malam itu, saya mulai cerita, panda mendengar sambil memangku Bilal. Tapi tiap saya bersuara,Bilal juga ikut bersuara,terus menambah volume suaranya lebih besar, tanda ingin diperhatikan juga. Akhirnya saya memilih diam, dan melanjutkan nanti. "Yasudah,panda..kayaknya Bilal mau main dulu". Kami main pretend play..Bilal jadi petugas pemadam, panda pasiennya, saya petugas ambulance. Lalu di tengah bermain, panda meminta ijin keluar. Chargernya ketinggalan di tempat kerja, sekalian mau singgah ke rumah pak RT bayar iuran komplek. Saya melanjutkan bermain dengan Bilal sambil menunggu panda.

Jam 9, jam 10,jam 11, panda belum pulang. Bilal belum bobo tapi sudah mengantuk. Ku gendong-gendong sambil baca kalimat thoyyibah, kupuk-puk punggungnya,..sampai kemudian tertidur. Lelah sekali..tapi saya ingat ada yang harus saya upload ke IG dan web IMC. Jadi saya tidak juga tidur. Kemudian panda pulang, hampir jam 1. Saya tengok sebentar, lalu tidur.
Besok paginya saya bangun, dengan biasa saja. Tidak menunjukkan kemarahan. Panda pamit kerja lagi sambil mencium tangan dan kening. Pamit ke Bilal,mencium pipi lalu dadah dadah..berangkat.

Seperti itu komunikasi kami. Saya sudah bosan mengingatkan,daan selalu saya menyindir yang lalu-lalu. Daripada kesal berujung marah-marah,saya memilih diam saja dan beraktifitas seperti biasa, mengerjakan pekerjaan domestik dan bermain dengan Bilal.
Sampai malam tiba lagi. Saya tiba-tiba nangis,bercucuran air mata. Bilal memegang pipiku. "Bunda jangan nangis, tidak apa-apa kok. Tidak sakit..". Mungkin Bilal pikir saya sakit.

Saya masih nangis ketika panda datang jam 8 malam. Bertanya ada apa?. Saya cuma senyum dan mengajak panda makan malam. Bermain bertiga. Kemudian tidur lagi. Lebih tepatnya tertidur. karena sebenarnya mau ngomong sama panda.

Hari ini,pagi-pagi setelah sholat subuh,Bilal belum bangun. Kuberanikan diriku membuka percakapan. Menahan,jangan sampai keluar kalimat tidak produktif.
Saya: "Panda..dinda mau ngomong"
Panda: "Yuuk..sambil pelukan"
Saya: "Dinda mau ngomong apa yaa?.."
Panda: "Ngomong aja..nda papa.."
Saya: "panda,ada yang mau panda omongin?"
(Hiks..masih nda bisa memulai)

Panda: "Mmm...panda mau minta maaf. Panda mau minta maaf kemarin pulang malam lagi."
Saya: "looh..bukannya tiap hari pulang malam?. Kenapa sih panda selalu pulang malam? (ya Allah..terdeteksi kalimat tidak produktif 😕)
Panda: "panda minta maaf. Kemarin itu beneran ambil charger, sudah ke rumah pak RT juga. Tapi di El*a*t, ada anak-anak nongkrong..jadi keterusan ngobrol-ngobrol"
Saya: "Panda,dinda tuh sampe kepikiran kenapa panda suka berlama-lama disana? Panda sangat butuh ngobrol lama2 dengan teman kah?" (belum sanggup melihat ke mata panda, padahal penting)
Panda: "tidak..tidak..bukan begitu. Panda suka sekali ngobrol sama dinda. Panda minta maaf."
Saya: "Dinda juga butuh teman ngobrol...."(Kemudian mulai deh terisak-isak lagi, huft..). Sampe kepikiran juga mau punya wifi di rumah, biar hobi nonton dan internet bisa panda puas-puasin di rumah, nda lagi harus di El*a*t "
Panda: "Maafin panda..panda memang selalu memilih pulang jam 9, karena sekalian nunggu sholat isya. Kalo di rumah, main-main sama Bilal nanti isya di masjidnya kelewatan..Bilal juga suka mau ikut"
Saya: (sambil mulai menatap mata panda) "panda..saya mau panda banyak waktu di rumah. Kalo abis sholat isya berarti pulang jam setengah 8"
panda: "iya..maaf. Biasanya memang suka nonton dulu di El*a*t sampe jam 9" (panda suka acara masak di  chanel tv kabel,jd numpang nonton disana).
Saya: "terus sekarang gimana? Panda mau kah pulang jam setengah 8?"
Panda: "iya..panda mau.panda mau berubah"
Saya: "kalo sama dinda..adakah yang panda mau dinda ubah?"
Panda: "bukan panda aja siih. Kita..akhir-akhir ini sering menunjukkan suka pegang hp, padahal Bilal belum tidur. Panda mau kayak dulu lagi, main hpnya dikurangi."
Saya: "iya..dinda berusaha. Tapi untuk dokumentasi sebentar nda papa kan.."
Panda: "iya,nda papa, tapi ditepati."
Saya: "kita tulis di papan saja, biar selalu lihat"
Panda: "boleh..(tersenyum). Panda senang dinda mau ngomong. dilihat sedekat ini..cantiknya istriku..😍😍😍"
Saya: "Bootang bilang, mukaku pipi semua"
Panda: "Memang pipi semua..sama kayak panda, hehe... Ini hidungnya bengkak kayak pipi, matanya juga bengkak sembab kayak pipi,kan?"
Saya: 😄😄😄."Eh, dinda mau curhat. Bilal susah diajak tidur siang, suka nda mau..kalo pun akhirnya tidur siang yang kesorean, nanti malam tidurnya sampe jam 10an. Itu kan waktu mau ngobrol sama panda...dinda sudah lelah,ngantuk juga. Kalo mau dia cepat tidur,sekalian nda usah tidur siang..tapi kasihan. Itu kan bagus buat pertumbuhan." (nyerocos panjang banget )
Panda: "mmm..Bilal memang kayaknya cenderung kinestetik. Lebih banyak gerak. Mungkin diatur aktifitasnya biar terforsir tenaganya. Atau mungkin makannya, jangan terlalu banyak gula."
Saya: "iyaaa..ini bingung. Di kulkas itu sirup nya harus ditaro dimana ya? Biar bilal nda ambil dan minta terus? Kalo di luar takut banyak semut"
Panda: "gimana kalo di bungkus koran botol nya terus masukin ke rak sayur di kulkas?"
Saya: "ooh..iya deh, nanti dicoba,hehe"

Kemudian kita ngobrol tentang Bilal lebih banyak sampe waktunya panda harus mandi dan berangkat kerja. Sarapan? Bawa bekal semur aja tadi 😁.
Masih terus belajar. Hari ini entah..sudah termasuk komprod dengan pasangan atau belum ya? nda papa..latihan,latihan,latihan.. 
I'm responsible for my communication results

* * * * *

Hari 1 latihan komunikasi produktif dengan Bilal

Episode 1

Tadi pagi sebelum mandi main bola sama Bilal. Tidak cukup satu bola, kita pakai dua bola 😎. Bilal melempar kedua bolanya bersamaan.
Bunda: Bilal, yang bola warna-warni itu keras. Sakit kalo kena bunda. Itu mainnya ditendang saja yaa.. (tersenyum, dengan intonasi yang lembut)
Bilal: Iya bunda..
Kemudian Bilal simpan bola warna-warni itu, memilih hanya memainkan satu bola.

Episode 2
Abis mandi

Bunda: Bilal, pakai baju dulu..yuk..
Bilal: Nda mau, yuuk..
(sambil lari-lari, nda mau dipakaikan baju).
Kudekati, terus tanya
Bunda: Bilal kenapa nda mau pakai baju? Pakai baju kan keren..kita nda kedinginan
Bilal: Mau pake baju bunda (sambil nunjuk baju yang kupakai)
Bunda: Baju bunda kebesaran untuk Bilal. Bilal mau pakai baju apa? Ayo sama-sama..cari di lemari.
Yey..berhasil,tanpa marah-marah. Biasanya kejar-kejaran. Kalo lagi malas, kutinggal masuk kamar sampe Bilal datang sendiri minta maaf,minta dipakaikan baju. Tapi kok yaa..jadi kesannya Bunda suka ngambek? 😄

* * * * * 

Hari ini nulis tantangannya dengan 2 anggota keluarga. Tiap hari tentu harus latihan dengan panda, tapi besok-besok mungkin nda saya tulis,karena kepanjangan dan akan banyak pembicaraan rahasia, hahaha..
Curhat latihan ini ditulis setelah Bilal tidur siang. Masih belum menemukan cara supaya dia mau tidur siang tanpa acara nangis-nangis dulu terus digendong 😞. Ada tips kah teman-teman?

#Hari1
#Gamelevel1
#Tantangan10hari
#Komunikasiproduktif
#Kuliahbunsayip
Share:
Continue Reading →