Rabu, 13 Desember 2017

Cemilan Rabu: Kemandirian usia 15 tahun keatas

*Camilan Rabu*

_Rabu, 13 Desember 2017_

🌸Kemandirian usia 15 tahun keatas🌸

Memasuki usia baligh tantangannya adalah mempersiapkan diri menjadi bagian dari peran peradaban kehidupan. Di usia ini harapannya anak – anak sudah bisa menemukan dan mengembangkan potensi yang di miliki nya serta telah menemukan visi dn misi dalam kehidupannya.

Sebelum memasuki jenjang pernikahan hal yang terpenting adalah mempersiapkan jelas visi pernikahan sejak awal.

Selain itu sebagai calon orangtua di masa depan seseorang harus mampu survive di dunia dengan segala kelebihan dan kekurangan dalam kehidupan pernikahan. Karena itu setiap kita di tuntut untuk mempersiapkan diri. Hendaknya setiap anak yang sudah baligh bisa mandiri dalam segi finansial, psikologi/mental, fisik dan spiritual.

*Mandiri Finansial*
Mandiri secara financial, Yang perlu di ingat adalah bahwa jatuh cinta itu gratis namun menikah butuh biaya. Saat usia 15 tahun keatas diharapkan anak sudah paham bahwa bukan tugas orang tua untuk mengkhawatirkan rizqi, dan tugas orang tua adalah menyiapkan jawaban _"dari mana”_ dan  _“untuk apa”_ atas tiap karunia, Ikhtiar adalah bagian dari ibadah sedangkan rizqi itu urusan Allah.  jadi sesuai dengan fitrahnya di usia akil baligh seorang anak sudah menemukan dan mengembangkan potensi diri anak tersebut. Jika hal ini berhasil maka di usia ini anak – anak bisa mandiri secara financial. Mandiri financial bisa diartikan memiliki pekerjaan atau dapat mengembangkan potensi dan berinovasi sesuai dengan kesukaannya  sehingga mendatangkan keuntungan. Setelah memiliki sebuah pekerjaan maka rajin – rajinlah menabung dan berinvestasi

*Mempersiapkan menjadi orang tua yang mandiri*
Perbanyak pengetahuan dengan membaca atau mengikuti kegiatan parenting, melatih diri untuk mandiri dalam mengerjakan urusan domestic rumah tangga. Dalam konsep pendidikan berbasis fitrah tahap kemandirian anak sudah selesai pada pre Aqil baligh sehingga di usia 15 tahun keatas tugas orang tua adalah memperkaya anak – anak dengan kegiatan yang menyenangkan serta mengajarkan bahwa apa yang sudah di pilih maka wajib untuk diselesaikan. Jika hal ini telah dilakukan di dalam kehidupan pernikahan maka tanggung jawab akan sebuah pilihan akan dituntaskan apa pun resiko nya.

*Persiapan fisik*
Untuk wanita perkaya diri dengan ilmu tentang kehamilan, persalinan dan masa – masa nifas serta perawatan bayi. Perbanyak pengetahuan tentang konsep mendidik anak. Sehingga nanti nya dapat menyelesaikan secara mandiri permasalahan atau perubahan yang terjadi di masa – masa kehamilan dan  saat- saat menyambut kelahiran anak.

Bagi laki-laki persiapan fisik amatlah penting karena berkaitan dengan kualitas sperma yang di produksi.
Selain itu, sebagai kepala keluarga, laki-laki selain mencari nafkah, Ia juga harus dapat membantu pekerjaan Istri dalam menyelesaikan aktivitas rumah tangga. Sehingga fisik yang prima sangat diperlukan.

Menjaga kesehatan fisik dapat dilakukan dengan cara menjaga kebiasaan hidup sehat, pola makan sehat, dan pergaulan yang sehat

*Persiapan Mental*
Persiapan mental sangat dperlukan, karena setelah menikah permasalahan akan lebih kompleks. Melatih mental untuk lebih sabar, tidak mudah menyerah, mengubah sudut pandang masalah menjadi tantangan, menerima kelebihan dan kekurangan pasangan. Bila mental sudah kuat permasalahan yang timbul di kehidupan pernikahan dapat diatasi bersama pasangan tanpa melibatkan orang lain.

*Persiapan spiritual*
Bekali diri dengan ilmu agama yang cukup, bagi anak laki – laki persiapkan bahwa mereka kelak menjadi kepala keluarga dan wanita akan menjadi ibu yang mana adalah madrasah pertama bagi anak – anak nya. Sebelum menikah peningkatan kualitas diri dan kualitas ibadah mutlak diperlukan. Berdoa kepada Allah untuk mendapatkan suami yang sholih dan anak-anak yang akan menjadi penyejuk mata


Mengutip dari kata – kata ibu Septi  *_"jika  semakin dini kita persiapkan pendidikan berbasis potensi dan akhlak kepada anak – anak kita, maka semakin cepat anak – anak _“terpanggil”_ dalam menunaikan ibadah syar`I  termasuk di antara nya menikah di usia muda. Karena prinsipnya bukan orang yang _“mampu”_  yang akan di panggil oleh Allah SWT, melainkan Allah akan “memampukan" orang yang terpanggil"_*



Referensi :

Tehnik Pendidikan Anak Post Aqil Baligh 15 th Keatas oleh ibu Septi Peni Wulandari dalam Kompilasi Resume 10 materi pokok HEbAT community

http://www.konsultasislam.com/2010/01/persiapan-pra-nikah.html_

https://blognyakeluargasakinah.blogspot.co.id/2016/10/5-poin-persiapan-sebelum-menikah-untuk-laki-laki.html?m

Indra Permana. (2016).Wujudkan Rumahh Tangga Impianmu.Yogyakarta.DIVAPress

πŸ₯¦πŸ“πŸ₯¦πŸ“πŸ₯¦πŸ“πŸ₯¦πŸ“πŸ₯¦πŸ“πŸ₯¦πŸ“
Share:
Continue Reading →

Melatih Kemandirian (Hari 14)

Meskipun sudah saya katakan Bilal lulus toilet training (BAK/BAB), tetap saja tiap malam suka deg-degan ngompol nda ya..πŸ˜…

Yaa..karena benar-benar seharian nda ngompol dari pagi sampe pagi itu sejak hari 10 tantangan melatih kemandirian, dan sekarang baru hari ke 14, hehe..

Dalam 4 hari seolah berubah drastis,hehe..saya takjub MaasyaaAllah..
padahal sebenarnya tidak yaa..ada proses yang panjang mulai dari disounding tiap hari, ditatur tiap 1-2 jam, mulai lepas popok di malam hari meski harus bebersih tengah malam, alhamdulillah..hasil tidak mengkhianati usaha.

Kemandirian yang masih belum konsisten sekarang ini membiasakan kembali makan sendiri. Herannya, kalau makan di luar (ke warung/RM) Bilal mau makan sendiri. Duuh.. jadi merasa bersalah, membuat pencapaian anak merosot gara-gara bundanya mau praktis 😞.

Pelan-pelan kita belajar lagi. Siapkan amunisi buku bacaan, video tentang asiknya makan sendiri..
mmm..Bilal senang sih membantu saya menyiapkan bahan untuk dimasak. Mungkin dengan mengatakan "ini masakan Bilal" bisa bikin dia termotivasi makan sendiri masakannya πŸ˜….

Baiknya ada target ya? Hehe..One week one skill?? Semoga dalam seminggu ada kemajuan. Bismillah..

Share:
Continue Reading →

Selasa, 12 Desember 2017

Melatih Kemandirian Menumbuhkan Rasa Percaya Diri (Hari 13)

Anak-anak suka meniru apa yang dilakukan orang dewasa. Mereka itu senang jika diberi kesempatan melakukan apa yang kita lakukan. Bisa dimulai dari yang sederhana, dan tidak berbahaya. Dengan memberi kesempatan, bisa menimbulkan rasa dihargai dan percaya diri anak.

Tadi pagi ketika sibuk menjemur baju, saya minta tolong Bilal mematikan kompor. Tugas itu memang sudah sering saya kasi buat dia, karena suka penasaran sama kompor kalo bundanya sedang masak, hehe..

Tadi sebenarnya juga saya tanya "Bilal mau bantu bunda menjemur?" tapi dijawab tidak mau πŸ˜…. "Kenapa?",tanyaku heran karena biasanya mau.
"Karena bajunya ada muntahnya", kata Bilal.
Oalah..dia lihat baju kemarin yang kena muntahannya sedang dijemur. Coba kujelaskan kalo bajunya itu  sudah bersih karena sudah dicuci, tapi tetap tidak mau..πŸ˜…

Sore ini waktu mau keluar bermain sebentar saja katanya, Bilal saya minta sekalian membawakan teman-temannya kue.
Bilal pamit "makasih banyak bunda, aku pergi dulu, assalamu'alaikum"

Ternyata tidak ada yang keluar bermain seperti biasanya. Kulihat Bilal menuju rumah tetangga . Bilal mulai mengetuk pintunya, tapi mungkin tidak kedengaran si empunya rumah..hihi, akhirnya balik lagi.

Dengan membawa kue di tangan Bilal mencari teman-temannya. Karena tidak ketemu, akhirnya pulang lagi sampai kemudian ada teman yang lewat.

"Ini buat teman"
"makasih Bilal"
"Sama-sama"

Selain melatih kemandirian,belajar berbagi juga ya sayang..😘😊

Share:
Continue Reading →

Senin, 11 Desember 2017

Cemilan 2 Melatih Kemandirian Anak: Kemandirian Individu

🍧 _Cemilan ke-2_🍧

_*Materi Level ke-2 Melatih Kemandirian Anak*_
_Rabu, 06 Desember 2017_


πŸ”_*KEMANDIRIAN  INDIVIDU*_πŸ”

🍎 *Pengertian Kemandirian*

Kemandirian merupakan sikap yang memungkinkan seseorang untuk bertindak bebas, melakukan sesuatu atas dorongan sendiri dan kemampuan mengatur diri sendiri, sesuai dengan hak dan kewajibannya sehingga dapat menyelesaikan sendiri masalah-masalah yang dihadapi tanpa meminta bantuan atau tergantung dari orang lain dan dapat bertanggung jawab terhadap segala keputusan yang telah diambil melalui berbagai pertimbangan sebelumnya.

🍎 *Ciri-ciri Kemandirian*

❄ Individu yang berinisiatif dalam segala hal.

❄Mampu mengerjakan tugas rutin yang dipertanggungjawabkan padanya, tanpa mencari pertolongan dari orang lain.

❄Memperoleh kepuasan dari pekerjaannya.

❄Mampu mengatasi rintangan yang dihadapi dalam mencapai kesuksesan.

❄Mampu berpikir secara kritis, kreatif dan inovatif terhadap tugas dan kegiatan yang dihadapi.

❄Tidak merasa rendah diri apabila harus berbeda pendapat dengan orang lain, dan merasa senang karena dia berani mengemukakan pendapatnya walaupun nantinya berbeda dengan orang lain

🍎 *Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemandirian*

_Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemandirian, yaitu:_

🍰 _Usia_

Pengaruh dari orang lain akan berkurang secara perlahan-lahan pada saat anak menginjak usia lebih tinggi. Pada usia lebih dewasa mereka lebih berorientasi internal, karena percaya bahwa peristiwa-peristiwa dalam hidupnya ditentukan oleh tindakannya sendiri. Anak-anak akan lebih
tergantung pada orang tuanya, tetapi ketergantungan itu lambat laun akan berkurang sesuai dengan bertambahnya usia.

🍰 _Jenis kelamin_

Perbedaan sifat dan jenis kelamin mempengaruhi kemandirian individu juga. di Dalam majalah _Eltern_ di Jerman tahun 2005 dilaporkan hasil sebuah penelitian terhadap perkembangan anak-laki-laki dan perempuan. Dari hasil penelitian itu menyebutkan bahwa ternyata anak laki-laki membutuhkan perhatian lebih banyak dibandingkan dengan anak perempuan dari orang tuanya. Karena itulah akhirnya anak perempuan lebih terlatih untuk mandiri lebih cepat dibandingkan dengan anak laki-laki.

Penelitian lain juga meyebutkan bahwa anak perempuan lebih mudah untuk berinteraksi dengan teman-temannya. Karena mereka bergaul dengan melibatkan emosi. Sementara anak laki-laki tidak melibatkan emosi dalam bergaul, mereka akan bermain dengan menonjolkan sifat kompetitif, membandingkan kemampuan fisik serta menguji kesetiaan sahabatnya.

🍰 _Konsep diri_

Konsep diri yang positif mendukung adanya perasaan yang kompeten pada individu untuk menentukan langkah yang diambil. Bagaimana individu tersebut memandang dan menilai keseluruhan dirinya atau menentukan sejauh mana pribadi individualnya. Mereka yang memandang dan menilai dirinya mampu, cenderung memiliki kemandirian dan sebaliknya mereka yang memandang dan menilai dirinya sendiri kurang atau cenderung menggantungkan dirinya pada orang lain.

🍰  _Pendidikan_

Semakin bertambahnya pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang, kemungkinan untuk mencoba sesuatu baru semakin besar, sehingga orang akan lebih kreatif dan memiliki kemampuan. Dengan belajar seseorang dapat mewujudkan keinginan dirinya sendiri sehingga orang memiliki sesuatu secara tepat tanpa tergantung dengan orang lain.

🍰 _Keluarga_

Orang tua mempunyai peranan yang sangat penting dalam melatih dasar-dasar kepribadian seorang anak, demikian pula dalam pembentukan kemandirian pada diri seseorang.

🍰 _Interaksi sosial_

Kemampuan setiap individu, dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial serta mampu melakukan penyesuaian diri dengan baik akan mendukung perilaku individu yang bertanggung jawab, mempunyai perasaan aman dan mampu menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapi dengan baik tidak mudah menyerah akan mendukung untuk berperilaku mandiri.

🍎 *Proses terbentuknya kemandirian*

Lingkungan kehidupan yang dihadapi individu sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang, baik  segi-segi positif maupun negatif. Lingkungan keluarga dan masyarakat yang baik terutama dalam bidang nilai dan kebiasaan-kebiasaan hidup akan membentuk kepribadiannya, dalam hal ini adalah kemandiriannya.

Lingkungan sosial yang mempunyai kebiasaan yang baik dalam melaksanakan tugas-tugas dalam kehidupan mereka, demikian pula keadaan dalam kehidupan keluarga akan mempengaruhi perkembangan keadaan kemandirian anak. Sikap orang tua yang tidak memanjakan anak akan menyebabkan anak berkembang secara wajar dan menggembirakan. Sebaliknya anak yang dimanjakan akan mengalami kesukaran dalam hal kemandiriannya.

🍎 *Manfaat Hidup Mandiri*

🍦 *Menumbuhkan rasa percaya diri*

Dengan menerapkan hidup mandiri manfaat yang pertama yang akan anda dapatkan adalah memiliki rasa percaya diri. Percaya diri ini didapatkan dari hidup anda yang tidak bergantungan dengan orang lain dan selalu percaya bahwa anda pasti bisa melakukannya dan melewatinya sendiri tanpa ada halangan apapun asalkan anda mau berusaha.

🍦 *Belajar menganalisa*

Jika anda sudah terbiasa hidup mandiri maka manfaat lain yang anda dapatkan adalah mampu mudah menganalisa peristiwa yang terjadi. ini mungkin tidak akan terasa dan tidak anda sadari bahwa anda mulai bisa menganalisa hubungan sebab akibat, aksi dan reaksi dan sebagainya. Tentu saja dengan bisa menganalisa peristiwa yang seperti ini akan membuat anda  menjadi lebih bijaksana dan tidak gegabah dalam mengambil tindakan serta keputusan.

🍦 *Bertanggung jawab*

Karena hidup mandiri menuntut anda untuk bisa membuat keputusan yang baik oleh diri sendiri maka anda juga secara tidak langsung akan memiliki sikap bertanggung jawab. Segala keputusan dan apapun perbuatan yang anda lakukan , anda akan selalu senantiasa menanggung resikonya entah itu baik atau buruk.

🍦 *Mengembangkan daya tahan mental*

Manfaat lainnya yang akan anda dapatkan dari hidup mandiri ini adalah mampu meningkatkan daya tahan mentalnya. Anda akan menjadi lebih tahan banting saat anda mengalami masalah dan persoalan pelik dalam kehidupan.

🍦 *Menjadi kreatif*

Hidup mandiri juga menuntut anda untuk menjadi kreatif. Hal ini disebabkan karena segala permasalahan harus segera diselesaikan namun anda juga harus tetap maju untuk menjalani hidup ini. dengan itu anda akan menjadi lebih kreatif dalam menemukan jalan keluar dan membuat permasalahan anda akan menjadi selesai dengan baik.

🍦 *Memiliki pemikiran kritis*

Anda juga akan memiliki pemikiran yang lebih kritis dibandingkan dengan orang yang tidak mandiri. Orang yang mandiri akan lebih kritis pada hal apapun, karena adanya perubahan hal kecilpun bisa mengubah kehidupan orang mandiri sehingga segalanya harus dipikirkan dengan baik dan tidak boleh dilakukan secara sepihak saja.

_Selamat berlatih menjadi pribadi mandiri_

_Salam Ibu Profesional_
_Tim Fasilitator Ibu Profesional Batch#3_


πŸ“šSumber Referensi:

Basri, Hasan. (2000) : _Remaja Berkualitas Problematika Remaja Dan Solusinya_. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset. BNSP dan Pusat Kurikulum.

Kartono Kartini .(1996) Cet.Ke VII. _Pengantar Metodologi Riset Sosial_.Bandung. Madar Maju.

Masrun.1986. _Perkembangan Kemandirian seorang anak_. Semarang.

Manfaat.co.id. (30 Juni 2016). 6 Manfaat Hidup mandiri dan Cara Melatihya. Diakses pada 25 November 2017. Dari http://manfaat.co.id/manfaat-hidup-mandiri

Fitriyenti.(20 Juli 2011).Anak perempuan bisa lebih mandiri dari anak laki-laki. Diakses pada 25 November 2017. Pada https://www.kompasiana.com/www.fitriyenti.multyply.com/anak-perempuan-bisa-lebih-mandiri-dari-anak-laki-laki_550103c4813311cb60fa8365
Share:
Continue Reading →

Melatih Kemandirian (Hari 12)

Tadi pagi Bilal latihan mandi sendiri. Kelihatan masih agak sulit mengguyur badannya sendiri, lebih banyak yang terguyur cuma tubuh bagian bawah,hehe..
Setelah itu lalu membuka pasta gigi sendiri dan mengoles pasta giginya ke sikat gigi. Kelihatan sederhana, tapi memutar tutup pasta gigi yang kecil dan memencet pasta gigi juga memerlukan keterampilan motorik halus.

Sehabis mandi, saya beri handuk dan membiarkan Bilal belajar mengeringkan badannya. Bilal juga memilih baju yang mau dia kenakan. Hari ini sudah janji kami mau pergi ke supermarket membeli stok susu UHT kesukaannya.

Setelah belanja di supermarket, karena disana ada arena bermain anak, Bilal minta main dulu.
Senang sekali dia manjat-manjat dan main perosotan. Sebelum manjat berdoa dulu 😁 "bismillahirrahmanirrahim" lalu meluncur ke perosotan.

Ketika manjatnya terlalu tinggi, Bilal agak takut menurunkan kakinya, sambil minta tolong dia berdoa lagi "ya Allah..selamatkan Bilal. Super Bunda, tolong aku". MaasyaaAllah.. membiasakan berdoa sebelum melakukan sesuatu juga termasuk kemandirian kan? Hehehe..

Setelah puas bermain, istirahat dulu minum susu di luar arena bermain. Ada tersedia tempat duduk dan meja disana. Bilal juga belajar buang sampah susunya pada tempatnya, tadi yang saya minta siih..kadang bisa sendiri, kadang masih lupa. Semoga dengan latihan terus, membentuk kebiasaan baik.

Bilal lanjut bermain lagi. Lompat-lompatan..kejar-kejaran sama teman. Beberapa kali juga bolak-balik minta minum.
Tiba-tiba dia mengeluh lehernya nda enak. Saya dudukkan di pangkuan menghadap ke saya sambil mengelus dadanya. Lalu..Bilal muntah banyak sekali 😧

Saya minta maaf ke mbak yang jaga arena bermain. Segera saya beli tisu basah dan kering. Mbaknya baik banget..nda mau saya bantu mengepel. Saya hanya membersihkan badan Bilal, baju dan jilbabku yang lebih muntahan. Kemudian minta maaf lagi sama si mbak dan segera pulang.

Sampai di rumah, ternyata kunci rumah nda ada 😨. Sepertinya tadi terjatuh di arena bermain. Tadi waktu mengeluarkan hp dari dompet memang seperti ada yang jatuh tapi saya nda ngeh..eh ternyata kunci rumah,huhu..
Saya minta tolong pak Satpam temani Bilal dulu sebentar agar bisa buru-buru kembali ke Supermarket. Saya yakin jatuhnya disana, di tempat Bilal main bola.

Fyi saya harus gowes sepeda lagi di siang bolong dengan baju penuh muntahan karena emang nda bisa bawa motor..wkwk..ditawari sama Pak Satpamnya buat minjem motor beliau juga percuma πŸ˜….
Begitu tiba disana, langsung deh saya mencari di lautan bola ini..
alhamdulillah ketemu πŸ˜†. Setelah ini jadi tambah kepikiran betapa emang saya harus melawan rasa takut belajar berkendara 😟.

Sudah sampai lagi di rumah, kulihat Bilal sedang ikut sholat dzuhur sama pak Satpam di mushola. Masya Allah..anak baik mau ditinggal. Makasih juga sama pak Satpam komplek yang baik sama anak-anak πŸ™πŸ™.

Saya ajak Bilal masuk dan mandi lagi, hehehe. Sudah mandi sudah wangi lagi, sudah anti baju juga.
Bilal lalu bilang "bundaa..Bilal mau pu*".
Waah..😍 ini kali pertama looh dia bilang kalo mau pu*, biasanya langsung sembunyi.

Buru-buru saya temani ke kamar mandi. Bilal lebih memilih pu* di pottynya daripada di toilet, yasudah lah..yang penting mau belajar dulu.
Maunya juga pu* tanpa ditemani. Pintu kamar mandi dia tutup,
"Aku mau pu* dulu yaa..Bunda di luar dulu yaa",katanya lalu mulai berkonsentrasi di dalam, hihihi..πŸ˜…


Share:
Continue Reading →